1. Sasak Tunggal 1/1 (Rotan Dasar)
Pondasi fundamental dari seluruh kerajinan anyaman rotan, bambu, dan daun pandan pedalaman Kalimantan Barat. Helai pakan disusupkan selang-seling satu per satu secara konsisten.
Selamat datang di ruang pengantar pembelajaran! Sebelum menyusun kode blok di Ruang Belajar, kenali filosofi kearifan lokal, keteraturan pola geometris, dan fondasi computational thinking dari 6 motif anyaman khas Kalimantan Barat.
Menjembatani kearifan seni anyam Dayak dan Melayu Kalimantan Barat dengan 4 pilar Berpikir Komputasional untuk pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial SMP Fase D yang kontekstual, bermakna, dan menyenangkan.
Jauh sebelum arsitektur komputer digital diciptakan, para leluhur pengrajin Dayak dan Melayu di Kalimantan Barat telah menerapkan prinsip-prinsip matematika presisi tinggi. Menganyam keranjang, tikar, dan wadah gabah adalah perwujudan konkret dari struktur data matriks dua dimensi dan aritmatika modulo.
Dalam anyaman, setiap titik persilangan antara helai Lusi (vertikal) dan helai Pakan (horizontal) bersifat diskret biner: bilah pakan berada DI ATAS (OVER = 1) atau DI BAWAH (UNDER = 0). Ragam motif geometris yang indah lahir dari deretan susunan nilai bit biner yang teratur dan berulang.
Bagi siswa SMP Fase D, konsep abstrak koding dan kecerdasan artifisial seperti looping bertingkat, array 2D, dan percabangan kondisi seringkali abstrak. Melalui etnokomputasi anyaman, siswa melihat bagaimana instruksi logika berwujud fisik menjadi pola kelarai nyata yang sarat filosofi budaya daerahnya.
Setiap helai anyaman melatih cara berpikir komputasional yang sistematis, logis, dan analitis sesuai Capaian Pembelajaran (CP) Koding dan Kecerdasan Artifisial SMP Fase D.
Konsep: Mengurai permasalahan rumit menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan terstruktur sehingga mudah dipahami serta diselesaikan satu per satu.
Alih-alih memandang sehelai tikar bermotif rumit sekaligus, kita memecahnya menjadi helai-helai kolom Lusi (L1, L2, ...), baris Pakan (P1, P2, ...), serta unit persilangan sel biner individual berukuran 1Γ1.
Konsep: Mengidentifikasi keteraturan, kecenderungan, dan irama repetisi dalam sekumpulan data, struktur, atau proses pemecahan masalah.
Menemukan irama persilangan berulang: ritme selang-seling 1-atas 1-bawah (Sasak Tunggal), ritme kembar 2-atas 2-bawah (Sasak Ganda), atau pergeseran langkah bertangga diagonal pada motif belah ketupat Mata Punai dan Pucuk Rebung.
Konsep: Memilah informasi penting yang esensial dan mengesampingkan rincian fisik yang tidak memengaruhi kebenaran aturan logika.
Mengabaikan ketebalan alami serat rotan, kelembaban bilah bambu, atau variasi warna daun pandan. Kita memfokuskan representasi pada matriks biner: nilai 1 jika pakan berada di atas, dan nilai 0 jika pakan berada di bawah.
Konsep: Mengembangkan urutan perintah instruksi komputasi langkah demi langkah yang logis, berurutan, dan dapat direproduksi secara konsisten.
Menyusun blok kode visual: perulangan baris Y, perulangan kolom X, serta pengkondisian logika matematis (misal: "jika (X + Y) mod 2 == 0 maka pakan di atas, jika tidak pakan di bawah") yang dieksekusi di Ruang Belajar.
Telusuri contoh visual dan diagram persilangan matematis dari 6 motif khas Dayak dan Melayu. Setiap motif merepresentasikan tingkatan berpikir komputasional mulai dari urutan instruksi dasar hingga algoritma kondisional dinamis.
Pondasi fundamental dari seluruh kerajinan anyaman rotan, bambu, dan daun pandan pedalaman Kalimantan Barat. Helai pakan disusupkan selang-seling satu per satu secara konsisten.
Teknik anyam ganda yang melompati dua helai bilah sekaligus (2 atas, 2 bawah) dengan pergeseran fase tiap baris. Menghasilkan struktur dinding bakul dan wadah gabah yang sangat kokoh.
Motif sakral menyerupai mata burung Punai penjaga rimba. Melambangkan ketajaman pandangan hati nurani, kewaspadaan tinggi, serta ketelitian gerak penganyam.
Versi utuh dan agung dari motif Mata Punai dengan bingkai kontras ganda pada kanvas 8x8. Merupakan motif kebanggaan pada tas adat Anjat dan kerajinan kehormatan.
Falsafah tunas bambu muda yang selalu menjulang ke atasβmengajarkan budi pekerti tinggi, kerendahan hati, serta ketangguhan untuk terus bertumbuh memberi manfaat.
Warisan Budaya Takbenda Nasional khas masyarakat pesisir Sungai Kapuas. Garis zig-zag gelombang menyerupai insang ikan belida melambangkan nafas kehidupan maritim dan ketekunan.